Tips · 5 menit baca

Packing ringan tapi lengkap buat trip gunung 2 hari

Setiap trip Bromo kami selalu menemukan peserta yang bawa koper. Koper, buat trip satu malam ke gunung. Isinya biasanya tiga lapis baju ganti yang tidak kepakai, handuk besar, dan setrika rambut. Sementara temannya yang cuma bawa ransel kecil malah santai ke mana-mana. Artikel ini buat golongan pertama: cara packing yang benar itu bukan bawa semua, tapi bawa yang tepat.

Prinsipnya gampang. Trip gunung dua hari itu cuma butuh tiga kategori barang: penghangat, pelindung, dan penunjang. Penghangat biar tidak hipotermia, pelindung biar tidak kepanasan-debu-hujan, penunjang biar HP, perut, dan dompet aman. Selain tiga kategori itu, hampir pasti cuma beban. Tas yang ideal itu ransel 25 sampai 30 liter — cukup muat semua, masih gampang digotong naik-turun tangga kawah.

Lapisan baju: sistemnya lebih penting dari mereknya

Pakai sistem tiga lapis. Lapis dasar kaos yang menyerap keringat, lapis tengah fleece atau sweater hangat, lapis luar jaket yang tahan angin. Kombinasi tiga lapis tipis jauh lebih hangat dari satu jaket tebal, plus fleksibel: kalau siang panas, tinggal lepas lapis luarnya. Tambah kupluk dan sarung tangan — panas badan paling banyak kabur lewat kepala dan tangan, ini fisika sederhana yang sering diremehkan orang.

Ransel dan perlengkapan pendakian tertata di tanah
Ransel 30 liter, tiga lapis baju, sisanya cuma penunjang.

Baju ganti cukup satu set buat pulang. Kaos kaki cadangan satu pasang — kaki basah di suhu dingin itu sumber sengsara yang sebenarnya gampang dicegah. Jaket hujan tipis wajib masuk tas di musim hujan, yang model ponco lipat kecil juga boleh. Sandal jepit boleh dibawa buat di mobil, tapi jangan dipakai jalan di lautan pasir kalau tidak mau penuh pasir di sela jari.

Barang kecil yang efeknya besar

Headlamp atau senter kecil. Sunrise berarti jalan dalam gelap, dan lampu HP itu boros baterai plus bikin tangan repot. Masker atau buff — debu vulkanik Bromo itu halus dan bikin batuk kalau kehirup terus. Obat pribadi plus antimo, tolak angin, dan plester. Tisu basah dan tisu kering secukupnya, karena toilet umum di rest area kadang kehabisan air. Powerbank penuh: suhu dingin bikin baterai HP drop 20 sampai 30 persen lebih cepat dari biasanya.

Tenda dan perbekalan camping di area pegunungan
headlamp, buff, dan powerbank — tiga barang kecil yang paling sering dilupakan.

Uang tunai pecahan kecil. Di atas sinyal sering hilang, jadi QRIS tidak bisa diandalkan buat jajan dan parkir. Air minum satu botol besar cukup, karena warung banyak di setiap titik berhenti. Kamera boleh dibawa, tapi jujur saja: HP sekarang sudah cukup buat 90 persen foto trip. Bawa kamera gede cuma worth it kalau Anda memang hobi dan tahu cara melindunginya dari debu.

Cara menyusun tas biar tidak bongkar pasang

Barang yang dipakai duluan taruh paling atas: jaket, kupluk, sarung tangan — karena begitu turun dari mobil di Penanjakan, dingin langsung menyergap dan Anda tidak mau mengobrak-abrik tas sambil menggigil. Barang berharga (dompet, HP, powerbank) di kantong dalam yang ada resletingnya. Kantong plastik atau dry bag kecil buat misahin baju kotor dan melindungi elektronik kalau hujan tiba-tiba.

Terakhir, timbang tas Anda sebelum berangkat. Targetnya di bawah 7 kilo buat trip dua hari. Kalau lebih, keluarkan satu per satu dan tanya: ini dipakai kapan, di mana? Kalau jawabannya "barangkali butuh", tinggal di rumah. Percayalah, tidak ada yang pernah menyesal packing ringan — yang ada cuma penyesalan bawa kebanyakan. Panduan cuaca pegunungan bisa dicek di prakiraan BMKG sebelum Anda susun tas.