Destinasi · 7 menit baca

Malang itu bukan cuma Bromo: 5 tempat yang sering dilewatkan wisatawan

Sembilan dari sepuluh orang yang chat kami nanyanya Bromo. Wajar, memang bagus. Tapi Malang Raya itu luas — dari air terjun setinggi gedung 30 lantai sampai pantai yang masih sepi — dan semuanya bisa ditempuh tanpa begadang. Berikut lima tempat yang paling sering bikin peserta kami bilang "kok nggak dari dulu ke sini".

1. Air Terjun Tumpak Sewu, Lumajang perbatasan Malang

Dijuluki Niagara-nya Indonesia, dan julukannya tidak berlebihan. Tebing melingkar setinggi 120 meter dengan aliran air di hampir semua sisinya. Perjalanan dari Malang sekitar 2,5 sampai 3 jam, jadi berangkat pagi jam 6, jam 9 sudah sampai. Trek turun ke lembahnya lumayan menantang — tangga bambu dan tali — tapi pemandangan dari bawahnya sepadan dengan dengkul yang gemetar. Pakai sepatu yang grip-nya bagus, jangan sandal.

Air terjun tinggi dengan aliran deras di lembah hijau
Tumpak Sewu — 120 meter tebing air, 3 jam dari Malang.

2. Pantai selatan: Tiga Warna dan Balekambang

Pantai Tiga Warna di Sendangbiru itu kawasan konservasi, jadi pengunjung dibatasi dan wajib booking. Hasilnya: pantai yang bersih, sepi, dan airnya gradasi tiga warna beneran. Cocok buat snorkeling dangkal. Kalau mau yang lebih gampang dijangkau, Balekambang punya pura di pulau karang yang dihubungkan jembatan — mirip Tanah Lot versi Jawa Timur. Keduanya sekitar 2 sampai 2,5 jam dari kota Malang.

Pantai tropis berpasir putih dengan perahu dan air jernih
Pantai selatan Malang — masih sepi kalau datang pagi hari kerja.

3. Kampung warna-warni Jodipan

Dulunya kampung kumuh di bantaran Brantas, sekarang jadi salah satu spot foto paling meriah di Jawa Timur. Seluruh rumah dicat warna-warni, ada jembatan kaca, dan mural di mana-mana. Cuma 15 menit dari pusat kota, tiket masuk murah, dan cocok digabung dengan rute kuliner. Datang pagi biar sepi dan cahaya bagus. Satu-dua jam cukup, jadi pas buat selingan sebelum atau sesudah trip utama.

4. Coban Rondo dan kebun apel Batu

Coban Rondo itu air terjun paling gampang dijangkau — jalan kaki 10 menit dari parkir, jalurnya landai, cocok buat orang tua dan anak kecil. Habis itu mampir petik apel di kebun sekitar Batu: bayar tiket, makan sepuasnya di tempat, bawa pulang bayar per kilo. Rute ini favorit peserta keluarga kami karena tidak ada yang kelelahan, tidak ada yang rewel. Gabungkan dengan packing ringan dan sehari penuh beres tanpa drama.

5. Alun-alun Batu dan angkringan malam

Simpan tenaga buat malam hari. Alun-alun Batu itu bianglala raksasa, air mancur menari, dan puluhan angkringan di sekelilingnya. Suhu malam 18 derajat, jagung bakar, susu jahe — penutup hari yang murah meriah. Banyak wisatawan melewatkan ini karena langsung pulang habis Jatim Park. Padahal suasananya beda: santai, lokal, dan tidak perlu antre.

Semua tempat di atas bisa diatur jadi rute gabungan satu sampai dua hari. Info resmi destinasi Kabupaten Malang bisa dicek di situs Pemkab Malang. Atau kalau malas susun sendiri, kirim tanggal ke kami — Roots rute Batu plus pantai selatan itu salah satu paket yang paling sering dipesan keluarga.